Friday, January 15, 2010

cinta..cinta...sudah bosan ak mendengar

1. Orang yang beriman sangat cinta kepada ALLAH



وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا

يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah...” (Surah ke-2, al-Baqarah: ayat ke-165)

2. Amaran Kepada Yang Meletakkan Cinta Kepada Mahkluq Melebihi Cinta Kepada ALLAH


قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ

وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ

كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ

وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ

اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Surah ke-9, at-Taubah: ayat ke-24)

Cukuplah dengan 2 ayat al-Quran di atas bagi kita mula bermuhasabah. Jika selama ini kita telah meletakkan cinta dan perhatian kepada makhluq, nah mulai hari ini marilah kita letakkan semula rasa cinta dan kasih itu di tempat yang sepatutnya. Menyedari bahawa meletakkan cinta kepada ALLAH mengatasi segala-galanya, kita mesti membuktikan rasa cinta itu. Tidak cukup dengan hanya kalimah “aku cintakan ALLAH” atau “ALLAH adalah segala-galanya buatku” atau seumpama dengannya. Ia mesti dibuktikan!

ALLAH subhanahu wata’ala telah berfirman di dalam al-Quran tentang pembuktian cinta kepada ALLAH adalah dengan mengikuti segala suruhan dan perintah yang disampaikan oleh Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ

اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah ke-3, ali-Imran: ayat ke-31)

Justeru, bagi merealisasikan rasa cinta kepada ALLAH, kita juga mesti meletakkan rasa patuh dan cinta kepada Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam. Al-hubb (cinta) dan al-ittiba’ (ikut) Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam adalah suatu yang dituntut agama.

Muslimin-muslimat sekalian,

Sudah banyak rasa kecewa menyinggahi jiwa kita. Sudah tidak terkira kita rasa sedih apabila orang yang kita cintai membuat sesuatu yang tidak kita sukai. Sudah acap kali kita didatangi keresahan apabila harta yang kita cintai hilang atau berubah hakmilik. Ya, cinta kepada makhluq pasti mengundang kekecewaan.

Sekiranya cinta dan kasih diletakkan kepada ALLAH melebihi rasa cinta kita kepada makhluqNYA, nescaya kita tidak akan didatangi kecewa. Sedih yang melanda akan segera terubat apabila cinta kepada ALLAH menguasai jiwa. Malah, jiwa akan hidup dalam ketenangan dan kemanisan iman akan mula menyerap ke dalam jiwa.

Hadis riwayat Anas radhiAllahu ‘anhu, dia berkata bahawa Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (Shahih Muslim No.60)

Semoga tulisan yang ringkas ini bisa mencetus rasa ingin memperbaiki rasa cinta kepadaNYA. Mudah-mudahn kita semua tergolong di dalam kumpulan manusia yang meletakkan dambaan cinta dan redha ALLAH sebagai yang utama, amin…

No comments:

Post a Comment